Beranda Informasi Tawarkan Konsep Unik Vegetarian dan Galeri Peradaban, Sekolah Maitreyawira Hadir Tambah Pilihan...

Tawarkan Konsep Unik Vegetarian dan Galeri Peradaban, Sekolah Maitreyawira Hadir Tambah Pilihan Pendidikan di Samarinda

12
0
Dalam momen audiensi di Balai Kota, Wali Kota Andi Harun dan Pdt Hendri Suwito berjabatan tangan, menandai komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan pendidikan di Samarinda. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun, Selasa (2/9) mengapresiasi pembangunan Sekolah Maitreyawira yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang. Sekolah yang dibangun Yayasan Pendidikan Cahaya Maitreya tidak hanya menerapkan kurikulum nasional, tetapi juga menawarkan konsep terpadu seperti penyediaan makanan vegetarian bagi siswa dan galeri peradaban yang langka di Indonesia.

“Artinya mempunyai frekuensi yang sama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Terima kasih telah berkontribusi di bidang pendidikan dengan menambah sarana pendidikan kita yang unggul,” ucap Andi Harun saat menerima audiensi pengurus yayasan di Ruang Tamu Balai Kota, Selasa (2/9/2025).

Menurutnya, keberadaan Sekolah Maitreyawira dapat menjadi alternatif baru yang menambah kualitas sarana pendidikan di kota ini.

“Selain menambah pilihan sekolah, kehadiran Sekolah Maitreyawira juga akan melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini sejalan dengan arah pembangunan pendidikan kota Samarinda,” ucapnya.

Sekolah yang mengusung konsep unggul dan terpadu ini dirancang melayani pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain menerapkan kurikulum nasional, Sekolah Maitreyawira menghadirkan keunikan dengan menyediakan makanan vegetarian bergizi bagi seluruh siswa serta menghadirkan galeri peradaban dunia satu keluarga, sebuah konsep yang tergolong langka di Indonesia.

Ketua Yayasan Pendidikan Cahaya Maitreya Samarinda, Pdt Hendri Suwito, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah telah berjalan hampir dua tahun sejak peletakan batu pertama oleh Wali Kota pada 19 November 2023. Sekolah ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada tahun 2028 dengan kapasitas hingga 2.000 siswa.

“Luas bangunannya sekitar 12 ribu meter persegi dengan lima lantai. Dari seluruh lahan, 60 persen digunakan untuk gedung dan 40 persen untuk penghijauan. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 25 persen,” jelas Hendri yang juga Ketua Buddhist Centre Samarinda.

Direktur Pendidikan Sekolah Maitreyawira, Metta Virya, menuturkan bahwa sekolah ini berpegang pada visi Terwujudnya Keindahan Kodrati Manusia. Misinya antara lain menanamkan pendidikan moral dan budi pekerti sebagai dasar karakter positif, mendidik anak agar mengasihi alam serta hidup harmonis dengan lingkungan, serta membangun generasi sehat, cerdas, dan bahagia yang menghormati kemuliaan hidup semua makhluk.

Selain itu, sekolah juga menanamkan sikap berbakti kepada orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara, serta menumbuhkan nilai menghargai keberagaman dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika demi mewujudkan dunia satu keluarga.

Dengan motto “Antusias Bekerja, Antusias Bersosialisasi dengan Sesama, Antusias Mengasihi Kehidupan,” Sekolah Maitreyawira diharapkan menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter positif, lingkungan yang harmonis, serta penghormatan terhadap martabat semua makhluk hidup.

Dalam audiensi itu, Wali Kota Andi Harun didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin, serta jajaran Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan Samarinda. (*/DON/KMF-SMR)

Foto: Kris Dokpim

Loading

Artikel sebelumyaPemprov Kaltim Perkuat Pembelajaran Mendalam di Sekolah Kejuruan
Artikel berikutnyaMenteri Abdul Mu’ti: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Wadah Pemersatu Bangsa