
vivaborneo.id/, – Program Indonesia Pintar (PIP) terbukti memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di tingkat sekolah.
Hal ini dirasakan langsung oleh SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, yang menjadi lokasi sosialisasi percepatan penyaluran PIP melalui Mobil Layanan Gerak pada Kamis (18/12).
Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Tri Suwarni, mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi katalisator positif bagi motivasi belajar siswa. Di sekolahnya, jumlah penerima manfaat terus mengalami peningkatan, dari 351 peserta didik pada tahun 2024 menjadi 358 peserta didik pada tahun 2025.
“Mayoritas orang tua peserta didik kami berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran PIP sangat membantu meningkatkan motivasi belajar dan mendukung kelancaran proses pembelajaran di sekolah,” jelas Tri Suwarni.
Manfaat nyata tersebut diamini oleh Dwi Oktavianto, siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Sebagai penerima manfaat, ia merasa bantuan tersebut memberikan ketenangan dalam memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus mempertebal keyakinannya untuk meraih cita-cita.
“PIP memberikan semangat dan keyakinan bagi saya untuk terus bersekolah,” ungkapnya.
Senada dengan pihak sekolah, para orang tua siswa di Sleman juga menilai PIP sebagai penyangga ekonomi yang krusial.
Program ini dianggap berhasil meringankan beban kebutuhan pendidikan dasar sehingga anak-anak mereka tidak terancam putus sekolah. Adapun inovasi Mobil Layanan Gerak yang dihadirkan pemerintah pun disambut baik oleh pihak sekolah.
Layanan jemput bola ini dinilai memudahkan pihak sekolah dan orang tua dalam melakukan aktivasi rekening dan penarikan dana tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor perbankan, sehingga layanan pendidikan menjadi lebih inklusif dan efisien.(tr)
![]()









