Beranda Uncategorized Meredam Kekhawatiran Orang Tua, Samarinda Siapkan Bus Pelajar

Meredam Kekhawatiran Orang Tua, Samarinda Siapkan Bus Pelajar

11
0
Foto dari vivaborneo.com

KOTA Samarinda telah lama akrab dengan pemandangan arus lalu lintas yang padat, terutama pada jam-jam sibuk. Kemacetan terjadi secara rutin dan intens, terutama di jam sibuk pagi (06.30–10.00 WITA) dan sore hari (16.00–18.00 WITA), ketika sebagian besar masyarakat—termasuk ribuan pelajar—serentak bergerak menuju dan kembali dari pusat kota.

Di balik kepadatan ini, tersembunyi kekhawatiran orang tua akan keselamatan anak-anak mereka yang kerap mengendarai sepeda motor, bahkan sebelum batas usia legal.

Menjawab keresahan ganda ini—masalah kota dan masalah orang tua—Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini merancang solusi melalui pengadaan angkutan umum massal, yang akan diawali dengan uji coba bus pelajar.

Bagi pihak sekolah dan orang tua, program bus pelajar ini disambut sebagai angin segar yang sudah lama dinantikan. Di antaranya Nani Heriyani, Wakil Kepala Sekolah SMA 5 Samarinda yang menyambut positif rencana tersebut.

Wakil Kepala SMA 5 Samarinda, Nani Heriyani menyambut baik rencana Pemkot sebagaimana dilansir jurnalborneo.

Nani memandang rencana itu sebagai jawaban atas permasalahan mendasar di lingkungan pendidikan. Ia menyoroti tingginya angka pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi, seringkali tanpa SIM, yang menimbulkan risiko keselamatan.

“Kebiasaan anak pelajar itu sekarang suka menggunakan kendaraan sendiri, apalagi yang belum berusia 17 tahun. Dengan adanya bus ini, orang tua lebih tenang dan biaya transportasi bisa berkurang,” ungkap Nani.

Dampak positif program ini meluas dari sekadar kelancaran lalu lintas. Jika layanan ini diselenggarakan dengan baik—atau bahkan gratis, seperti harapan Nani—maka akan memberikan manfaat nyata bagi siswa, mengurangi beban biaya transportasi, serta menghilangkan kekhawatiran orang tua terkait keselamatan saat jam-jam sibuk di jalan raya.

Solusi Mendesak Pemkot Samarinda

Rencana peluncuran bus pelajar ini merupakan tahap awal dari program pengadaan angkutan umum massal yang lebih besar di bawah skema beli layanan dengan nilai anggaran mencapai Rp600 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa kehadiran transportasi massal sudah menjadi kebutuhan mendesak di Kota Tepian. Alasannya beragam, mulai dari mengatasi kemacetan parah, menertibkan juru parkir liar, mengurangi polusi udara, hingga menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara awak media di Hotel Puri Senyiur.

Menurut Hotmarulitua, uji coba bus pelajar akan dimulai pada Oktober atau November 2025. Pada tahap awal ini, Dishub akan menyewa 8 hingga 12 unit bus konvensional yang beroperasi dalam dua sesi (pagi dan siang) dengan interval 30 menit.

“Fokus tahap pertama ditujukan untuk kawasan Samarinda Kota. Program ini nantinya tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga akan dikembangkan bagi masyarakat umum,” jelas Hotmarulitua.

Dengan anggaran yang telah disetujui, Dishub berencana segera mengundang kepala sekolah untuk bersosialisasi agar layanan ini dapat dimanfaatkan maksimal oleh pelajar. Harapannya, dengan memindahkan sebagian besar pelajar dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang terkelola, Samarinda dapat mengurangi volume kendaraan pada jam sibuk, sekaligus menyiapkan fondasi untuk sistem transportasi publik yang lebih ideal dan berkelanjutan.(*/mn)

Loading

Artikel sebelumyaIndosat Gandeng Pakar UNMUL Kembangkan Kelurahan Digital Lempake
Artikel berikutnyaGuru Perlu Hadirkan Inovasi Pembelajaran Sadar Bencana