
vivaborneo.id/, Tanjung Redeb – Di tengah hijaunya pepohonan Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, sebuah jejak sejarah yang berusia lebih dari enam abad berdiri kokoh. Di sinilah terbaring Raja Berau pertama, Aji Surya Nata Kusuma, sang pemersatu tujuh kerajaan kecil yang menjadi cikal bakal Kabupaten Berau.
Setiap tahun, makam bersejarah ini menjadi pusat perhatian dalam tradisi ziarah yang dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama jajaran pejabat dan tokoh masyarakat. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengingat kolektif akan jasa besar Aji Surya Nata Kusuma yang berhasil mempersatukan tujuh Banua (pemukiman) pada tahun 1400. Dari perjuangan itu, lahirlah Kerajaan Berau, yang menjadi fondasi bagi wilayah Berau dan Bulungan saat ini.
Dalam acara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat, Bupati Sri Juniarsih menyampaikan pesan pentingnya ziarah ini bagi generasi muda.
“Ini tentunya menjadi pengingat bagi generasi muda, agar mengetahui asal usul Kabupaten Berau. Sehingga muncul semangat dalam membangun daerah,” ungkapnya di sela-sela ziarah, Sabtu (13/9).
Lebih dari sekadar situs sejarah, makam ini juga menjadi destinasi wisata edukatif. Pemkab Berau bahkan telah memasukkan lokasi makam dalam perencanaan pembangunan, menunjukkan komitmen untuk menjadikan situs ini lebih mudah diakses dan dikenal oleh masyarakat luas. Ini adalah kesempatan bagi wisatawan dan pegiat sejarah untuk menelusuri kisah heroik dan memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan dari para pemimpin terdahulu.
Melalui makam ini, setiap pengunjung diajak untuk merenungkan kembali sejarah, menghargai jasa para pahlawan lokal, dan mendapatkan inspirasi untuk terus memajukan daerah. Sebuah perjalanan ke Makam Raja Berau pertama adalah wisata yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperkaya jiwa dengan makna.(*/)
Foto: Ig pemkabberau
![]()









