Beranda Ekonomi Kreatif JIFFINA Makin Ekspansif di Industri Kriya hingga Makin Mendunia

JIFFINA Makin Ekspansif di Industri Kriya hingga Makin Mendunia

17
0
Foto oleh SwapnIl Dwivedi di Unsplash

vivaborneo.id/, Jakarta — Di tangan para pengrajin lokal, sepotong bambu atau jalinan rotan bukan sekadar benda mati. Ia adalah napas ekonomi kreatif yang kini tengah dipacu untuk “naik kelas”.

Dengan kontribusi ekspor yang telah menyentuh angka 11,1 juta dolar AS, industri kriya bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung strategis yang membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.

Inilah era di mana setiap lekuk desain tidak hanya bercerita tentang tradisi, tetapi juga tentang nilai ekonomi yang kompetitif di pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa fokus pemerintah kini beralih dari sekadar inkubasi menuju akselerasi.

Dalam audiensinya bersama penyelenggara Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) di Jakarta, Selasa (23/12), ia memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah siap menjadi mesin pendorong bagi para pelaku kreatif untuk menembus batas negara.

“Kehadiran Kementerian Ekraf salah satunya karena kami lebih fokus pada akselerasi, membantu pelaku usaha masuk pasar internasional,” ujar Riefky.

Fenomena JIFFINA di Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa magnet ekonomi kreatif tidak lagi hanya berpusat di Jakarta.

Para pembeli (buyer) mancanegara dari Belanda, Amerika Serikat, hingga Jepang tak ragu menyambangi pusat-pusat kerajinan di daerah.

Pola ini menciptakan efek domino yang luar biasa; biaya pameran bagi pengrajin lokal menjadi lebih terjangkau, sementara akses terhadap pasar global terbuka lebar.

Dengan catatan transaksi yang pernah mencapai 46 juta dolar AS, pameran semacam ini menjadi jembatan krusial yang menghubungkan inovasi desain berkelanjutan para desainer muda dengan selera dunia.

Potensi besar ini kian diperkuat oleh pergeseran tren global yang kini memuja gaya hidup etis dan ramah lingkungan.

Kriya Indonesia, dengan kekuatan material alami dan sentuhan handmade-nya, berada di posisi yang sangat diuntungkan.

Kolaborasi antara visi akselerasi pemerintah dan platform perdagangan internasional seperti JIFFINA diharapkan mampu mengubah citra kriya dari sekadar suvenir menjadi komoditas ekspor premium.

Di bawah langit ekonomi kreatif yang baru, kriya nasional kini bersiap untuk terbang lebih tinggi, memastikan bahwa setiap karya tangan Indonesia memiliki tempat istimewa di rumah-rumah penduduk dunia.(Sumber berita ekraf.go.id)

Loading

Artikel sebelumyaPulihkan Konektivitas Aceh Tamiang, Komdigi dan IOH Targetkan Layanan Kembali 90 Persen
Artikel berikutnyaJaringan di Wilayah Bencana Sumatra Tembus 80 Persen