Poskaltim.id, Nusantara — Jauh melampaui ekspektasi. Itulah kesan mendalam yang ditangkap oleh ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia saat menyaksikan langsung wujud fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (2/12/2025).
Bagi mereka, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan pembuktian atas keraguan yang selama ini memenuhi ruang digital.
Nur Amalia, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat berdiri di tengah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Baginya, apa yang tersaji di depan mata sangat kontras dengan perdebatan yang sering ia dengar di media sosial.
“Selaku masyarakat sipil dan mahasiswa, kami tahu pemberitaan di berbagai media terkait IKN. Jujur, apa yang kami lihat langsung ini jauh dari ekspektasi sebelumnya. Saya rasa ini bisa menjadi inovasi dari kemajuan infrastruktur Indonesia,” ujar Nur dengan antusias.
Langkah kaki 124 mahasiswa ini dimulai dengan aksi nyata: menanam pohon. Di bawah langit Nusantara, mereka ikut menghijaukan lahan seluas 7,7 hektare, sebuah upaya mewujudkan konsep forest city.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut mendampingi, meyakinkan mereka bahwa pembangunan ini tetap memprioritaskan alam. Dengan rasio tanaman hidup di atas 90 persen, Nusantara sedang bertumbuh menjadi ibu kota yang “bernafas”.
Perjalanan berlanjut meninjau kemegahan infrastruktur yang hampir rampung. Masjid Negara telah berdiri gagah dengan progres 92,41 persen, disusul bangunan Basilika yang sudah mencapai 80,01 persen.
Keduanya menjadi simbol bahwa di jantung pemerintahan baru ini, ruang spiritualitas dibangun berdampingan secara harmonis.
Tak jauh dari sana, kompleks Istana Wakil Presiden juga menunjukkan kemajuan pesat di angka 92,87 persen.
Melihat deretan bangunan yang sudah mulai menampakkan detail arsitekturnya, Meisha Ulul Asmi dari Universitas Hasanuddin menyadari satu hal penting.
“Saya melihat bahwa pembangunan IKN bukan sekadar wacana atau proyek simbolik, melainkan proses nyata dalam upaya membangun sistem dan kawasan pemerintahan Indonesia baru yang lebih baik,” tegas Meisha.
Kunjungan yang diinisiasi bersama Tim Sekretariat Wakil Presiden ini menjadi jembatan transparansi. Di saat narasi publik seringkali simpang siur, kehadiran para intelektual muda ini menjadi saksi hidup bahwa di atas tanah Kalimantan, sebuah sejarah baru sedang dirajut secara transparan, akuntabel, dan berbasis fakta.
Nusantara kini bukan lagi sekadar titik koordinat di peta atau bahan diskusi di ruang kelas. Bagi para mahasiswa ini, IKN adalah harapan nyata tentang masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan modern yang akan segera mereka warisi.(hms-oikn/*)
![]()










