Beranda Kutai Kartanegara Desa Long Beleh Haloq Gelar Rembuk Stunting

Desa Long Beleh Haloq Gelar Rembuk Stunting

13
0

vivaborneo.id/ — Plt. Camat Kembang Janggut,  Suhartono,  menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Desa Long Beleh Haloq Tahun 2025.  Stunting adalah kelainan kondisi tubuh dalam menyerap gizi makanan, sehingga tubuh menjadi kerdil tidak seperti anak-anak pada umumnya.

Kegiatan dengan tema “Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting” tersebut berlangsung di Gedung BPU Desa Long Beleh Haloq Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Kamis, 10 Juli 2025.

Hadir dalam event tersebut perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Kembang Janggut,  Kepala Desa Long Beleh Haloq Johansyah.

Selain itu turut hadir juga, Perangkat Desa dan Staf Desa Long Beleh Haloq, BPD, LPM, Lembaga Desa, Pendamping PKH, Pendamping Desa Long Beleh Haloq, PKK Desa Long Beleh Haloq, para Kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tamu undangan.

Plt. Camat Kembang Janggut Suhartono  menyampaikan jika rembuk stunting merupakan sarana penting untuk menyelaraskan langkah dan pemikiran seluruh pihak dalam menanggulangi persoalan stunting, khususnya di tingkat desa.

 “Rembuk stunting ini menjadi forum strategis bagi kita semua untuk berdiskusi, menyusun strategi, dan menyamakan persepsi dalam upaya menekan angka stunting. Kita perlu solusi yang tepat dan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ditegaskannya bahwa pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, baik dari sisi pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan, hingga para kader kesehatan, agar penanganan stunting dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pada kegiatan ini diisi juga dengan penyampaian data kondisi stunting di Desa Long Beleh Haloq, identifikasi faktor penyebab, serta penyusunan rencana aksi yang akan menjadi pedoman dalam percepatan penanganan stunting ke depan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting di masa mendatang, khususnya di tingkat desa wilayah Kecamatan Kembang Janggut,” harapnya.(adv/diskominfo-kukar)

Loading

Artikel sebelumyaBupati Kukar Lepas 58 Kafilah Berlaga di MTQ Tingkat Provinsi
Artikel berikutnyaSeruni Kabinet Merah Putih Tanam Harapan untuk Ibu Kota Nusantara