Beranda Pendidikan Daya Tampung SMA di Sangatta Terbatas, 600 Siswa Terancam

Daya Tampung SMA di Sangatta Terbatas, 600 Siswa Terancam

10
0

‎vivaborneo.id/ — Kesenjangan antara jumlah lulusan SMP dan daya tampung Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri kembali menjadi persoalan krusial di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim).

Tahun ajaran 2025/2026 ini, tercatat sebanyak 2.134 siswa lulus dari SMP, sementara lima SMA negeri yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 1.500 siswa. Artinya, lebih dari 600 lulusan SMP berisiko tidak memperoleh bangku di sekolah negeri.

‎Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah strategis, salah satunya mempercepat operasional SMA Negeri 2 Sangatta Selatan pada tahun ajaran 2026.

‎”Tahun 2026 itu SMA Negeri 2 Sangatta Selatan, insyaallah sudah bisa menerima siswa baru. Beberapa sekolah lain juga sedang kami survei untuk proses perizinannya,” ujar Armin, Minggu malam (14/7/2025).

‎Untuk solusi jangka pendek, Disdikbud Kaltim akan memperkuat daya tampung sekolah-sekolah yang sudah ada melalui penambahan ruang kelas baru (RKB). Targetnya, kapasitas SMA Negeri 1 Sangatta Selatan bisa ditingkatkan hingga mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.

‎”SMA Negeri 1 Sangatta Utara juga akan kami upayakan penambahan RKB-nya,” tambahnya.

‎Ketua DPRD Kutim, Jimmi, turut menyoroti persoalan ini dan menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap upaya penambahan fasilitas pendidikan, khususnya dalam hal pengadaan lahan.

‎‎”Dalam APBD Perubahan sudah kami alokasikan dana untuk pembebasan lahan pembangunan SMA di Sangatta Utara. Sedangkan untuk Sangatta Selatan, lahan sudah tersedia, tinggal pembangunan fisik yang akan dimulai tahun depan,” jelas Jimmi.

‎Sementara itu, ditemui pada Kamis (10/7/2025),  Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengakui persoalan daya tampung ini sudah menjadi masalah rutin tiap tahun saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA.

‎”Persoalan utama kita bertahun-tahun itu adalah penerimaan siswa baru, khususnya di jenjang SMA. Sekolah negeri belum cukup untuk menampung semua lulusan SMP,” ungkapnya. (Tyo/yul)

 

Loading

Artikel sebelumya193 Desa Diundang Monev Realisasi Bankeu dari Provinsi
Artikel berikutnyaSekolah Negeri di Pelosok Kutai Timur Kehilangan Akses Internet Starlink