
vivaborneo.id/ – Progres pembangunan Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang akan menjadi basilika Katolik pertama di Ibu Kota Nusantara (IKN), menunjukkan kemajuan signifikan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menyatakan bahwa progres fisik bangunan saat ini telah mencapai sekitar 50,2 persen dan optimistis dapat diselesaikan tepat waktu pada Desember 2025.
Kepastian progres ini didapat saat Dirjen Suparman didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan jajaran dari Kementerian PUPR serta Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) meninjau langsung lokasi pembangunan, Rabu (15/10/2025).
“Kami bersyukur progres fisik saat ini sudah mencapai sekitar 50,2 persen. Kami optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pada Desember 2025, umat Katolik dapat merasakan kehadiran rumah ibadah bersejarah ini,” ujar Suparman.
Basilika yang akan berdiri di atas lahan seluas 11.998 meter persegi ini disebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol kuat toleransi dan persaudaraan di jantung ibu kota baru Indonesia.
Kakanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menambahkan bahwa keberadaan basilika ini sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus digelorakan, menjadi saksi bahwa keragaman adalah kekuatan untuk bersatu.(*/ran/aw)
![]()









