vivaborneo.id/ — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Kukar) terus menjaga dan merawat Bahasa Kutai sebagai bahasa lokal yang penuh kearifan dan budaya setempat.
Bahasa Kutai dijadikan muatan lokal dalam kurikulum sekolah sebagai upaya pelestarian dan merawat Bahasa Kutai. Program ini menjadi langkah konkret agar identitas daerah tetap hidup di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor menyatakan penguatan muatan lokal ini digencarkan sebagai respons atas kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diprediksi membawa berbagai pengaruh budaya luar ke wilayah Kukar.
“Pelajaran Bahasa Kutai sudah kami terapkan di seluruh jenjang SD dan SMP. Bahasa itu bagian dari identitas. Lewat Bahasa Kutai, kami tanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” ujar Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (23/6/2024).
Menurut Thauhid, pengajaran Bahasa Kutai bukan sekadar mengajarkan siswa untuk bisa berbicara, tetapi membentuk karakter dan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Ia menegaskan pentingnya memperkenalkan Bahasa Kutai sejak dini agar anak-anak Kukar tumbuh dengan pemahaman budaya yang kuat di tengah pengaruh budaya global yang mudah diakses melalui internet.
“Semakin dini mereka kenal Bahasa Kutai, semakin kuat pula rasa memiliki terhadap budayanya,” tambah Thauhid yang juga mendorong penggunaan bahasa ini dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Program ini kini diterapkan di seluruh SD dan SMP di Kukar. Bahkan Sebagian sekolah dasar di beberapa kabupaten dan kota di Kaltim juga menjadikan Bahasa Kutai Sebagai muatan lokal pelajaran di kelas.
Tidak hanya melalui buku teks, Disdikbud Kukar juga melibatkan komunitas budaya serta penggiat bahasa dalam mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dan kontekstual.
“Kami gunakan media digital, praktik budaya, bahkan event lomba. Jadi siswa belajar dengan cara yang menyenangkan,” ujar Thauhid.
Keberhasilan program ini dibuktikan dengan penghargaan dari Kemendikbud Ristek lewat program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), yang menempatkan Kukar di antara 20 daerah terbaik nasional.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus melanjutkan program ini. Bahasa adalah milik kita bersama. Menjaganya adalah tanggung jawab semua,” harapnya.(adv/diskominfo-kukar)
![]()










