Beranda Daerah Prestasi Nurani Insan Pendidikan Kalimantan Timur

Prestasi Nurani Insan Pendidikan Kalimantan Timur

14
0
Penyerahan secara simbolis kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, oleh Plt Kadisdikbud Kaltim Armin yang didampingi Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disdikbud Kaltim, Bambang Hadiyanto.

vivaborneo.id/, Samarinda — Dalam dunia pendidikan, menjadi “Nomor 1” biasanya identik dengan perolehan nilai akademik atau prestasi olimpiade. Namun, bagi keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, peringkat teratas kali ini diraih dalam ujian yang lebih hakiki, ujian kemanusiaan.

Melalui gerakan penggalangan dana yang masif, insan pendidikan di Bumi Etam berhasil mencatatkan rapor terbaik dengan menghimpun donasi sebesar Rp471.360.100, sebuah angka fantastis yang menempatkan rasa kepedulian sosial sebagai prioritas utama di penghujung tahun 2025.

Pencapaian ini bukan sekadar soal nominal, melainkan tentang bagaimana seluruh elemen pendidikan—mulai dari siswa, guru, hingga orang tua—menempatkan solidaritas sebagai pelajaran hidup yang paling berharga.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyebutkan bahwa angka tersebut adalah kristalisasi dari semangat gotong royong yang tidak luntur oleh jarak.

“Ini adalah wujud nyata bahwa di setiap satuan pendidikan kita, empati menempati posisi nomor satu. Kita berdiri bersama saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” tegasnya saat penyerahan simbolis di Samarinda, Senin (29/12/2025).

Momen penyerahan donasi ini menjadi kian bermakna karena bertepatan dengan hari ulang tahun Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni.

Di hadapan para pejabat dan perwakilan pendidik, donasi ini diserahkan bukan sebagai seremoni belaka, melainkan sebagai “kado” solidaritas yang akan disalurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat. Momentum ini membuktikan bahwa birokrasi dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan dengan harmonis.

Keberhasilan mengumpulkan hampir setengah miliar rupiah dalam waktu singkat menunjukkan bahwa instruksi Gubernur bukan sekadar surat edaran, melainkan panggilan hati.

Gerakan ini sekaligus mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa pendidikan di Kalimantan Timur tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki kecerdasan emosional “Nomor 1” dalam merespons duka sesama.(Berita dan foto dari Ig disdikbudkaltim)

Loading

Artikel sebelumyaMenjelajahi Pesona ‘Scenic Art Station’ BNI City
Artikel berikutnyaPEMERINTAH TETAPKAN 27 HARI LIBUR DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2026