Beranda Ekonomi Kreatif Kanvas di Atas Rel, Menghidupkan 11 Karya IP Lokal dalam Perjalanan Nataru

Kanvas di Atas Rel, Menghidupkan 11 Karya IP Lokal dalam Perjalanan Nataru

17
0
Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan IP Factory Commutorline menghadirkan 11 karya Intellectual Property (IP) untuk livery di ruang publik transportasi.

vivaborneo.id/, Jakarta — Perjalanan kereta api di penghujung tahun 2025 kini tak lagi sekadar urusan perpindahan dari satu kota ke kota lain. Sebanyak 11 karya Intellectual Property (IP) lokal telah menyulap rangkaian kereta api jarak jauh menjadi galeri seni berjalan yang memanjakan mata.

Melalui program “Kereta IP”, lokomotif dan badan eksterior kereta kini bersalin rupa dengan livery tematik yang ceria, mengubah aset publik fungsional menjadi media storytelling raksasa yang melintasi ribuan kilometer jalur rel di Pulau Jawa.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut kolaborasi antara Kementerian Ekraf, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan IP Factory Commutorline ini sebagai pergeseran mindset yang fundamental.

Kereta tidak lagi dipandang sebagai “hardware” semata, melainkan sebuah kanvas untuk memamerkan kekayaan intelektual terbaik bangsa.

“Kita ingin mengubah perjalanan dari sekadar mobilitas menjadi platform pengalaman kreatif yang membangun kebanggaan nasional setiap kali kereta ini melintas,” ujar Irene saat peluncuran program, Jumat (26/12/2025).

Deretan karakter IP lokal yang naik cetak dalam kolaborasi ini mencakup nama-nama kreatif seperti Jumbo, Lokerserem, Belanja Ria, Pletesan, Arlo, Glek n Go, Mora Olfi, Nine to Field, Menyonisme, Skudeye, hingga Kosanimal.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah livery karakter Jumbo yang menghiasi rangkaian KA Argo Dwipangga, melayani rute strategis mulai dari Gambir, Bandung, Semarang, hingga Surabaya.

Sentuhan visual ini tidak hanya berhenti di badan kereta, tetapi juga merambah ke suasana stasiun, menciptakan atmosfer Natal dan Tahun Baru yang lebih hidup dan inklusif bagi lintas generasi.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa kehadiran Kereta IP adalah upaya memberikan nilai tambah bagi penumpang.

Dengan menghadirkan karakter-karakter yang memiliki ikatan emosional kuat, KAI ingin menciptakan momen perjalanan yang lebih bermakna.

Bagi para kreator, rel kereta api adalah panggung unik yang mempertemukan karya mereka dengan jutaan pasang mata secara langsung.

Selama periode libur Nataru 2025-2026, kereta-kereta ikonik seperti Argo Wilis, Turangga, hingga Pandalungan akan terus membawa pesan kreativitas lokal ini ke seluruh penjuru negeri.(KIF-KEK/*)

Loading

Artikel sebelumyaBerpacu Memulihkan Layanan di Tengah Sisa Banjir
Artikel berikutnyaEksplorasi Banten, Itinerary 2 Hari 1 Malam yang Aman dan Berkesan