Beranda Warta Utama Smart Mobility, Inovasi yang Melintasi Transportasi dan Ekonomi Kreatif

Smart Mobility, Inovasi yang Melintasi Transportasi dan Ekonomi Kreatif

15
0
Diskusi panel dalam acara Ekraf Tech Summit 2025 yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

vivaborneo.id/, Jakarta – Inovasi Smart Mobility adalah konsep menyeluruh yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), data, dan infrastruktur cerdas untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi guna menciptakan sistem yang lebih efisien, berkelanjutan, dan aman di perkotaan.

Gagasan ini menjadi pembahasan utama dalam Ekraf Tech Summit 2025 yang mempertemukan pemangku kepentingan untuk mendorong smart mobility tidak hanya sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai peluang emas bagi industri kreatif digital untuk tumbuh dan menjadi the new engine of growth.

Diskusi panel yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (16/12/2025), menampilkan praktik terbaik dan strategi yang dapat diadopsi kota-kota di Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa smart mobility bukan sekadar membahas kendaraan atau jalan, tetapi tentang peluang ekosistem digital.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, dan kreator lokal akan menghadirkan solusi transportasi yang inovatif sekaligus mendorong subsektor kreatif menjadi the new engine of growth,” ujar Menteri Ekraf.

Ia menambahkan, smart mobility adalah bagian penting dari visi jangka panjang Indonesia Emas 2045, yang bertujuan membangun kota yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Provinsi DIY, Sayuri Egaravanda, membagikan contoh implementasi di Yogyakarta yang berfokus pada transportasi publik yang aman, nyaman, dan rendah emisi, serta memastikan akses bagi lansia dan difabel. Upaya ini simultan mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.

Contoh integrasi juga datang dari Kabupaten Sumedang. Sekretaris Daerah, Tuti Ruswati, menyoroti pengembangan transportasi publik yang efisien melalui integrasi antar kampus, digitalisasi pembayaran, dan kebijakan smart governance. Pendekatan ini mempermudah akses ke kawasan UMKM dan inovasi lokal.

Dari perspektif regulasi, Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Kementerian Perhubungan, Bernadette Endah Sekar, menekankan prioritas pada keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan.

Pemanfaatan teknologi seperti sistem ITS, integrasi data, dan penguatan keamanan siber menjadi kunci agar ekosistem transportasi dapat beroperasi secara terintegrasi dan andal.

Ekraf Tech Summit 2025 melalui diskusi ini berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan berharap hasil pembahasan menjadi acuan bagi kota-kota lain dalam mengadopsi inovasi smart mobility, sekaligus membuka peluang bagi subsektor ekonomi kreatif untuk berkontribusi dalam transformasi mobilitas nasional.(tr)

Loading

Artikel sebelumyaRemaja di IKN Bangun Kesadaran Konservasi Sejak Dini Lewat World Wildlife Conservation Day 2025
Artikel berikutnyaBPD Harus Jadi Garda Terdepan Pemerintahan yang Transparan