Beranda Ekonomi Kreatif Harbolnas 2025, Pemerintah dan idEA Fokus Utama Peningkatan Produk UMKM Lokal

Harbolnas 2025, Pemerintah dan idEA Fokus Utama Peningkatan Produk UMKM Lokal

17
0
Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik Kemkomdigi Arnanto Nurprabowo (tengah) didampingi Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen KPM Maroli J. Indarto (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto (kanan) dalam konferensi pers di Press Room Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (09/12/2025). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi

vivaborneo.id/, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) menyampaikan kesiapan pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang akan berlangsung selama tujuh hari pada 10 s.d. 16 Desember.

Tahun ini, pemerintah menargetkan transaksi fantastis sebesar Rp35 triliun dengan fokus utama pada peningkatan transaksi produk UMKM lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi digital nasional.

Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik Kemkomdigi, Arnanto Nurprabowo, menjelaskan bahwa koordinasi dengan seluruh stakeholder dilakukan untuk memastikan publikasi Harbolnas dapat menjangkau masyarakat luas.

“Kami bersama idEA melakukan rapat koordinasi untuk menyosialisasikan dan mempublikasikan pelaksanaan Harbolnas yang akan dimulai pada tanggal 10-16 Desember,” ujar Stafsus Arnanto di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (09/12/2025).

Untuk mencapai target dan memperkuat partisipasi UMKM, Pemerintah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan pendukung dan insentif.

Upaya ini meliputi kampanye belanja produk dalam negeri, dukungan program Every Purchase Is Cheap (EPIC Sale), hingga potongan harga pada sektor transportasi (logistik).

Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menyatakan apresiasi terhadap dukungan pemerintah serta memastikan kesiapan penyelenggaraan kampanye tahunan tersebut. Ia menegaskan bahwa Harbolnas tahun ini memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal.

“Kami memberikan promosi lebih besar bagi produk lokal selama enam hari periode utama,” tutur Hilmi. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat minat masyarakat untuk memilih produk dalam negeri, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan transaksi produk lokal pada masa akhir tahun.(tr)

Loading

Artikel sebelumyaHari Ibu ke-97 DiharapPerkuat Semangat Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
Artikel berikutnyaPemkab Kutim Hadirkan Delegasi Lintas OPD di Kemensos RI