
vivaborneo.id/ – Pemandangan belasan orang bergotong royong menyisir pasir putih di Teluk Harapan, Maratua, bukanlah kejadian insidental. Bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Maratua Kodim 0902/Berau, Sersan Mayor Daryono, dan seluruh warga pulau, itu adalah rutinitas mulia yang mereka jalankan empat kali setiap bulan, setiap Jumat atau Minggu.
Rutinitas menjaga surga bahari ini telah menjadi komitmen bersama yang melibatkan segala lapisan, mulai dari TNI, Polsek, pelajar SMP, hingga wisatawan lokal dan mancanegara.
Pada Sabtu (11/10/2025), sekali lagi sinergi ini tercipta.
“Masyarakat Maratua sadar bahwa Maratua adalah tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara, sehingga penting untuk menjaga keindahan pantai,” ujar Sersan Mayor Daryono.
Rutinitas ini terasa heroik karena pertempuran mereka bukan melawan sampah yang mereka hasilkan sendiri. Daryono menjelaskan bahwa sampah yang mereka kumpulkan adalah “sampah kiriman”—limbah dari pulau-pulau lain yang terbawa arus laut dan terdampar di pantai Maratua yang mempesona.
Melalui aksi bulanan ini, Maratua mengirimkan pesan kuat tentang kesadaran wisata dan cinta lingkungan. Daryono berharap, konsistensi ini akan meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung.
Aksi bersih-bersih ini juga turut didokumentasikan sebagai bagian dari video “Cerita Militer” kerja sama Kodim 0902/Berau dengan KompasTV, yang tidak hanya menyoroti sisi humanis TNI, tetapi juga mempromosikan keindahan abadi Kepulauan Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban—sebuah bukti bahwa menjaga lingkungan adalah tugas militer, sipil, dan kemanusiaan.(do/Diskominfo-Fhd/RR)
![]()









