
vivaborneo.id/ – Data kasus kekerasan di Kabupaten Berau menunjukkan tren yang sangat memprihatinkan, dengan dominasi tindak kekerasan seksual yang terus melonjak hingga mencapai 68% dari total kasus yang tercatat.
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Berau, Hj. Rabiatul Islamiah, mengungkapkan bahwa hingga September 2025, Berau telah mencatat 63 kasus kekerasan, di mana 43 kasus di antaranya adalah kekerasan seksual. Angka ini naik signifikan dari 45% (2023) menjadi 62% (2024), dan kini mencapai 68%.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Layanan Perlindungan Perempuan Kewenangan Provinsi dengan tema “Pencegahan Tindak Kekerasan Seksual” di Hotel Mercure Tanjung Redeb, Rabu (1/10).
Kepala DP3A Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah nyata memperkuat perlindungan bagi korban. “Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan luka, trauma, dan masa depan yang terenggut. Karena itu, perlindungan korban membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor,” tegas Noryani.
Secara umum, berdasarkan data SIMPONI DP3A Provinsi Kaltim per Agustus 2025, tercatat 916 kasus kekerasan dengan 986 korban di Kaltim, di mana 375 korban di antaranya adalah korban kekerasan seksual.
Noryani menambahkan, hadirnya Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjamin hak korban atas layanan kesehatan, bantuan hukum, pendampingan psikologis, restitusi, serta kerahasiaan identitas.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKBPPPA Berau, Rabiatul Islamiah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, seperti membentuk Satgas anti-bullying dan memperluas program Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak dari 3 menjadi 25 lokasi.
Kegiatan advokasi ini dihadiri oleh Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA RI, perwakilan Polres Berau, Camat, UPTD PPA Berau, lurah, perguruan tinggi, hingga berbagai organisasi perempuan, menegaskan komitmen untuk membangun Kaltim yang bebas dari kekerasan seksual.(*/er/syp)
foto dari Ig pemkabberau
![]()









