Beranda Destinasi Wisata Perkuat Toleransi dan Kebersamaan, Pekan Raya Budaya Cerau Resmi Jadi Agenda Tahunan...

Perkuat Toleransi dan Kebersamaan, Pekan Raya Budaya Cerau Resmi Jadi Agenda Tahunan Kukar

17
0
Pekan Raya Budaya Cerau ini akan dijadikan Bupati Aulia Rahman sebagai agenda rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar setiap tahunnya.

vivaborneo.id/ – Kekuatan persaudaraan dan kebersamaan masyarakat adat Suku Kutai di Desa Menamang Kanan mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengumumkan, Pekan Raya Budaya Cerau, sebuah perayaan yang menampilkan seni dan olahraga tradisional, akan dimasukkan ke dalam kalender kegiatan rutin Pemkab Kukar setiap tahunnya.

Keputusan ini disampaikan Bupati saat menghadiri acara tersebut di Lapangan Kelumpang, Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kamis (11/9/2025). Menurutnya, penyelenggaraan Cerau adalah bukti nyata dari semangat gotong-royong, toleransi, dan kekerabatan yang kuat.

“Ini menggambarkan kuatnya kekerabatan, toleransi, dan spirit kebersamaan,” ujar Bupati Aulia.

Pekan Raya Budaya Cerau Kampong Tua Kelampak yang berlangsung selama tujuh hari, dari 9 hingga 13 September 2025, menampilkan beragam seni, budaya, dan olahraga tradisional sebagai upaya pelestarian warisan budaya Suku Kutai.

Kepala Desa Menamang Kanan, Amri, sebelumnya berharap acara ini dapat diwariskan kepada generasi muda dan secara resmi masuk ke dalam agenda Pemkab. Harapan tersebut kini terwujud, memberikan jaminan kelangsungan tradisi yang merupakan cerminan nilai luhur masyarakat setempat.

Menanggapi harapan tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri menyatakan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara ini yang merupakan bukti nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para tetua adat, pengurus lembaga adat, dan seluruh masyarakat Desa Menamang Kanan atas suksesnya acara ini.

“Penyelenggaraan Cerau adalah bukti konkret dari sifat dan karakteristik yang dimaknai sebagai aktivitas rame-rame dari segenap masyarakat,” ujar Bupati Aulia. “Ini menggambarkan kuatnya kekerabatan, toleransi, dan spirit kebersamaan.”

Bupati berharap, dengan dijadikannya Pekan Raya Budaya Cerau sebagai agenda rutin, kreativitas seniman dan budayawan lokal akan semakin terpacu untuk terus melestarikan warisan budaya yang tak ternilai. (*/Prokom01)

Loading

Artikel sebelumyaMengayunkan Stik, Menjaring Talenta: Turnamen Biliar Kaltim Jadi Ajang Pembibitan Atlet Masa Depan
Artikel berikutnyaSMPN 2 Tenggarong: Dari Ruang Kelas ke Dunia Digital, Menuju Sekolah Rujukan Google