
vivaborneo.id/ – Mataram – Penampilan apik ditunjukkan oleh Muhammad Naim Basya Muntahaf, yang berlaga di nomor 5 meter Panahan Indonesia. Laga berlangsung di lapangan alun-alun Pemkab Lombok Barat.
Naim Basya selama ini tinggal di Panti Asuhan Nur Fisabilillah Hasanah (NFH) yang beralamat di Jalan Kahoi Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda, berhasil menyumbangkan medali Emas di Fornas VIII NTB 2025.
Ia tergabung dalam Kontingen Samarinda Kalimantan Timur dari Club NFH Archery panti Asuhan Fisabilillah Hasanah. Sedari kecil ketika baru berumur lima tahun ia terus berlatih dan berhasil menyumbang Emas Inorga Panahan Indonesia mewakili KORMI Kaltim, pada Minggu ( 27/07/2025).
Pemimpin panti asuhan NFH, yang biasa di sapa Ummi Evi, merupakan sosok yang merawat Naim dari kecil, mengatakan pernah saat Naim latihan, anak panahnya sempat nyasar ke belakang rumah warga. Maklum saja panti asuhan di mana Naim dibesarkan tidak mempunyai halaman yang luas.
Naim adalah anak yatim, dimana orang tuanya tidak mampu merawatnya karena faktor ekonomi. Naim tumbuh jadi anak sholeh dan penurut serta gemar berolahraga panahan.
Di jumpai di Fornas VIII NTB di lapangan kantor Bupati Lombok Barat, Naim sedang beraksi dengan anak panahnya yang semua busur panahnya berada tepat sasaran bundaran gambar sasaran.
Naim nama panggilannya ikut Fornas NTB 2025 pada kategori 7 meter dan 10 meter. Naim sebenarnya anak kembar. Saudaranya, Nail namanya juga atlet panahan.

“Karena kurang mampu sejak 7 tahun lalu aktif memanah sejak pertama kali saya dirikan sekolah memanah di panti NFH mulai tahun 2020,” jelas Ummi Evi
Dikatakan Ummi Perempuan bercadar ini turut membesarkan Naim dan Nail, kini merasa bangga melihat anak-anak asuhannya di panti Asuhan mempersembahkan medali Emas untuk Kaltim pada Fornas VIII NTB 2025.
“Saya bangga dan terharu. Latihan anak-anak ini membuahkan hasil. Semoga anak-anak lainnya dapat memberikan yang terbaik bagi Kaltim,” harapnya.
Tantangan pegiat Panahan Indonesia Kaltim yang berlaga menemui sejumlah kendala non teknis seperti angin yang bertiup kencang dan mempengaruhi anak panah. Selain itu cuaca panas terik sangat mempengaruhi stamina dan konsentrasi anak-anak peserta lomba.(yul/kormi-kaltim/adv)
![]()









