vivaborneo.id/ — Desa Panaragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), berkomitmen tinggi dalam mendukung membantu mewujudkan ketahanan pangan.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini menjadi lumbung pangan bersama Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau. Sehingga, Kabupaten Kukar terus menjaga ketahanan pangan dari subsektor tanaman pangan maupun hortikultura.
Komitmen ketahanan pangan ini salah satunya ditunjukkan oleh Desa Ponoragan. Desa di Kecamatan Loa Kulu ini, mengalokasikan anggaran sebesar Rp136 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Tahun 2025 ini kami mengalokasikan APBDes Panoragan sebesar Rp136 juta untuk pertanian dan peternakan. Jumlah ini sesuai dengan kesepakatan hasil musyawarah desa,” ujar Kepala Desa Panaragan, Sarmin, saat dijumpai di kantor desanya pada Sabtu (19/7/2025).
 Rincian dari pemanfaatan anggaran Rp136 juta itu adalah untuk peningkatan produksi tanaman pangan berupa pengadaan alat produksi/ pengelolaan maupun penggilingan dengan nilai Rp15 juta.
 Kemudian untuk penguatan ketahanan pangan tingkat desa senilai Rp32,57 juta, dan untuk pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna sektor pertanian dialokasikan sebesar Rp88,44 juta.
 Sarmin menjelaskan bahwa ketahanan pangan merupakan hal penting yang menjadi perhatian pihaknya, karena tanpa pangan, maka masyarakat tidak bisa melakukan berbagai aktivitas, baik aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan aktivitas apapun.
Ia juga mengatakan bahwa Ponoragan merupakan desa di Kukar yang menjadi pusat pembibitan ikan air tawar seperti ikan lele, nila, dan ikan mas.
Rata-rata bibit ikan yang diproduksi oleh pembudidaya ikan di Ponoragan sebanyak 25 juta ekor per tahun. Jumlah yang banyak ini karena permintaan dari luar daerah juga tinggi seperti Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Berau, dan lainnya.(adv/diskominfo-kukar)
Â
![]()










