Beranda Kutai Kartanegara Musrenbang Tematik Urusan Pemuda Komitmen Pembangunan Inklusif

Musrenbang Tematik Urusan Pemuda Komitmen Pembangunan Inklusif

12
0

vivaborneo.id/ — Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto buka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Urusan Pemuda, Disabilitas, Anak, Perempuan dan Budaya Bertempat di Ruang Rapat Lt.2 Bappeda Kukar, Senin (05/05/2025).

Sambutan Sekda Kukar yang di bacakan Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto mengatakan Musrenbang Tematik tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kelompok rentan serta strategis.

Disebutkan pemuda, penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan pelaku budaya merupakan elemen penting dalam pembangunan daerah, namun selama ini belum sepenuhnya memperoleh ruang yang proporsional dalam perencanaan dan penganggaran.

Melalui forum ini, diharapkan dapat menggali aspirasi, menyerap kebutuhan, serta merumuskan usulan program dan kegiatan yang lebih berpihak dan menjawab langsung tantangan-tantangan yang dihadapi kelompok-kelompok ini di lapangan.

“Selain itu kami juga berharap Musrenbang ini dapat menjadi wadah sinergi antar perangkat daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil, sehingga program yang dihasilkan benar-benar konkrit, terintegrasi, dan berdampak nyata,” ujarnya.

— Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto buka kegiatan Musrenbang Tematik Urusan Pemuda, Disabilitas, Anak, Perempuan dan Budaya.

Lanjut Dafip, pelaksanaan Musrenbang Tematik juga merupakan implementasi dari pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS) sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD 2025–2045 dan didorong oleh kebijakan perencanaan nasional dan daerah.

Dafip mengatakan diperlukan pendekatan perencanaan yang lebih fokus, mendalam, dan integratif, yaitu melalui Musrenbang Tematik. Diharapkan forum tersebut dapat membahas secara khusus tema tertentu yang menjadi prioritas pembangunan nasional maupun daerah.

“Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah dapat menggali permasalahan secara lebih komprehensif, melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, dan menyusun program dan kegiatan yang lebih tajam serta tepat sasaran,” ujarnya. (adv/diskominfo-kukar)

 

 

 

Loading

Artikel sebelumyaNelayan Kecamatan Sebulu Terkendala Modal dan Akses Penjualan
Artikel berikutnyaKecamatan Kota Bangun Tuan Rumah BBGRM Tingkat Kabupaten